Home / DAERAH / PALEMBANG / Pendapatan Menurun, Ini Ungkapan Ojol di Tengah Wabah Covid-19

Pendapatan Menurun, Ini Ungkapan Ojol di Tengah Wabah Covid-19

Palembang, Pelita Sumsel – Banyak sudah warga mengeluhkan himbauan pemerintah untuk menahan diri di diumah selama 14 hari, dan kemungkinan bertambah lagi menjadi 14 hari lagi. Terutama warga menengah kebawah, karena dengan menahan diri di rumah saja menimbulkan keresahan ekonomi bagi keluarga, sedangkan solusi dari pemerintah belum jelas.

Tidak Banyak aktivitas warga yang mengakibatkan beberapa kegiatan ekonomi menurut, salah satunya driver online, sejak diberlakukan hal tersebut order makin sedikit pendapatan ikut menurun

Salah satunya ungkapan kesedihan dari seorang Ojek Online (Ojol) , bernama Rusdi (45), warga Lemabang kecamatan Ilir Timur II, Rusdi yang juga juga ketua paguyuban Driver yang cukup di kenal di di kota selama ini mendapatkan hasil yang lumaya untuk sekedar menghidupi keluarganya tapi karena virus Corona (Covid-19) penghasilannya turun drastis.

pergi subuh pulang malam, dengan hasil yang tidak sesuai. Dialah rusdi (45), warga lemabang kecamatan ilir timur II, seorang driver yang juga ketua paguyuban yang cukup di kenal di di kota empek-empek singo jalanan. Rusdi yang sudah 4 tahun menjadi driver ini, sangat mengeluh dengan penghasilan saat ini.

“Bagaimana tidak, virus covid 19 (corona) yang saat ini menjadi momok dimana-mana menjadi alasan utama sepinya orderan, yang berbuntut pada penghasilan sehari-hari, sementara ini bantuan dari pemerintah kota belum ada untuk meringankan beban biaya hidup sehari, sementara dari pihak aplikator gojek hanya membarikan masker dan multivitamin untuk para driver.” ungkapnya

Rusdi yang sudah 4 tahun menjadi driver online ini berharap agar pemeritah kota palembang atau pemerintah provinsi dapat membantu meringankan biaya hidup.

“Pak Gubernur dan pak Walikota, tolong kami beri solusi yang terbaik untuk pecahkan masalah hidup kami, kami terdampak virus corona ini. Kami masih banyak tangungan anak- anak kami yang masih sekolah, bayaran listrik air PAM mau dibayar, pencarian saat ini sangat sulit. Saya berdo’a mudahan pemerintah prihatin dan memperhatikan keluh kesah saya”, kata driver berumur 45 tahun ini.

Dengan nada sedih dan penuh harap. Ditambahkannya, sejak adanya corona dan himbauan pemerintah untuk tetap dirumah semua menjadi sepi, begitupun dengan penghasilan. “Siang tak bisa tidur, malam mata tak lelap,” kata rusdi sambil terus memperhatikan handphonenya berharap ada orderan masuk.

“Kalau hanya seminggu Kami masih bisa bertahan namun kalau sampai nambah 14 hari lagi, kami rasa kami tidak sanggup, anak dan istri kami butuh makan, listrik mesti beli, pemerintah hanya menghimbau saja tanpa solusi, apakah ada diberikan uang untuk bertahan,” ucap Epen warga Semarang boring (yfr)

Bagikan Ini Di :