Gambar_Langit Gambar_Langit

Duku Muara Enim Jadi Idola Pulau Jawa

waktu baca 3 menit
Minggu, 3 Feb 2019 21:05 0 162 Redaktur Pelita Sumsel

Muara Enim Pelita Sumsel – Nah,ada sbagian wilayah di Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan sekarang tengah panen buah duku dan ini mendapatkan perhatian khusus dari pulau Jawa.

Seperti Kecamatan Muara Enim, Ujan Mas, dan Gunung Megang, ketiganya adalah penghasil buah duku yang paling sering mendapatkan orderan hingga ke sejumlah kota di Pulau Jawa. Diantaranya adalah Banten, DKI Jakarta.

Desa Penanggiran Kecamatan Gunung Megang adalah salah satunya, di daerah ini setiap sore puluhan ton buah duku diangkut dan dikirim ke sejumlah kota tidak hanya untuk kepulau Pulau Jawa.

Namun Daerah luar daerah seperti Bengkulu, Palembang, dan Lampung juga mendapat suplai. Sekali angkut buah duku ke atas bak kendaraan truk, beratnya bisa mencapai 3 ton.

Buah duku dikemas menggunakan kotak peti kayu dan ditutupi dengan kotak plastik. Di daerah ini, harga buah duku jika langsung dibeli dari petani harganya tergolong murah.

Informaasi dari warga setempat, harga duku dari hasil petik di atas pohon sekitar Rp 4 ribu. Sedangkan untuk buah duku ambilan di bawah (jatuh ke tanah,red) rata-rata Rp 1.500 per kilogram. Musim buah duku itu membuat penghasilan warga bertambah, dan menggeliatnya ekonomi warga dengan adanya pasar tumpah setiap panen duku.

“Ya,buah duku penanggiran dikenal sanggat manis, setiap musim tiba selalu dikirim sampai ke pulau Jawa. Kata orang sana, duku asal sumatera sanggat disukai,”ujar Sulisi (50) salah satu warga Desa Penanggiran Kampung VI mengjngkapkan (02/02/19).

Dikatakannya, musim buah duku di daerahnya sudah berlangsung satu bulan. Lanjutnya, setiap buah duku yang dipanen dari kebun milik warga di timbang dan dikemas dengan menggunakan peti terbuat dari papan, atau dikemas menggunakan kotak plastik, serta dimasukan ke dalam karung.

Menjelang malam, semua peti berisi buah duku sudah selesai dinaikkan di dalam truk lalu diangkut menuju tempat tujuan disertai dengan surat jalan dari pemerintah Desa. “Dalam satu truk bisa sampai lebih dari 30 kotak peti, atau sekitat 3 ton. Buah duku itu bisa bertahan sampai waktu seminggu,”katanya.

Sementara menurut, Soleh (50), musim panen buah duku tahun 2019 ini membawa dampak sanggat bagus bagi ekonomi keluarga dan masyarakat setempat. Kata dia, sepanjang musim buah duku tahun ini peluang bagi tukang ojek untuk mendapat rezeki dari hasil mengangkut buah duku dari kebun menuju pangkalan ke seberang sungai khususnya di kampung VI sanggat bagus.

“Alhamdulilah semenjak musim duku, tidak hanya pemilik kebun yang meraup rejeki melimpah. Akan tetapi tahun ini panen buah duku mampu membuka peluang jasa angkutan ojek bagi warga sekitar. Karena hanya kendaraan motor yang bisa masuk sampai lokasi kebun duku yang ada di seberang sungai lematang,”ujar Soleh.(JNF)

Redaktur Pelita Sumsel

Media Informasi Terkini Sumatera Selatan

LAINNYA