Home / NEWS / HUKRIM / Barakkuda Terjun Ditengah Keramaian Masyarakat Sengketa Lahan

Barakkuda Terjun Ditengah Keramaian Masyarakat Sengketa Lahan

Palembang, Pelita Sumsel – 

Ulah aparat kepolisan, khususnya Polrestabes Palembang kembali tercoreng oleh beberapa oknum yang turun ke Jalan Perjuangan IV Kelurahan 16 Ulu Kecamatan SU II, sembari membawa satu unit Barakkuda dan bersenjatakan laras panjang, hanya untuk menakuti warga yang melarang untuk memasak patok tanah seluas 2,4 hektar, Selasa (26/11).

“Setahu saya Mobil Barakkuda itu turun ke lokasi yang kerab terjadi kerusuhan atau demo, bukan untuk menakut-nakuti masyarakat. Sikap empat oknum Polisi ini memang terbilang arogan. Oleh karena diketahui berpihak pada Ratna Juita Nasution atau Ibu Harahap, mereka bersenjata laras panjang datang menggunakan barakkuda. Meski tidak menggunakan seragam polisi lengkap, namun oknum ini memilih balik kanan setelah mendapat kabar kalau akan di publikasikan,” papar Titis Rahmawati selaku Kuasa Hukum pemilik tanah Cik Maimunah.

Dikatakan Titis, pihaknya akan melaporkan secara disiplin kepada oknum tersebut.

“Kami akan pelajari, anggota tersebut bertugas dimana. Namun yang pasti, mereka bertugas tanpa disertai surat perintah, menggunakan kaos olahraga Polisi, celana polisi dan bekal senjata laras panjang di letakkan diatas barakkuda,” ungkapnya.

Dijabarkan Titis, permasalahan berawal saat Ratna mengklaim tanah seluas 2,4 hektare milik kliennya, Cik Maimunah. Dengan membangun pondok dan mematok secara diam-diam, pelapor  bermaksud menguasai lebih lagi.

“Tanah milik Ratna tersebut berlokasi di 8 Ulu. Mereka itu salah objek, bukan tempatnya disana. Mereka sering mengancam akan menurunkan polisi kesana, ternyata puncaknya ini. Jelas, kita keberatan oleh karena itu kita akan mengambil langkah untuk melaporkan oknum polisi tersebut,” tegasnya.

Sementara, menantu Cik Maimunah mengatakan, dirinya sempat melarang oknum polisi tersebut untuk turun dan memasang atau mematok tanah tersebut.

“Yang terlihat saya, satu di atas barakkuda, sembari memfoto dan memegang senjata api paras panjang dan satu anggota lagi siaga di luar. Mereka bermaksud mematok tanah, namun kami larang. Sempat terjadi bersitegang, namun mereka memilih bubar,” jelasnya.

Sangat disayangkan, Kasat Sabhara Polrestabes Palembang, Kompol Dasril belum bisa dikonfirmasi. (sel)

Bagikan Ini Di :