Home / DAERAH / Selama 2019 Hotspot di Sumsel Capai 13.946 Titik

Selama 2019 Hotspot di Sumsel Capai 13.946 Titik

Palembang, Pelita Sumsel – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan, mencatat hotspot(titik panas) di wilayahnya mencapai 13.946 titik yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Jumlah titik panas itu merupakan data yang terkumpul sejak awal Januari hingga Oktober 2019.

“Tercatat, sejak awal tahun hingga Oktober ini, titik panas di Sumatera Selatan mencapai 13.946 titik. Ya, musim panas yang terjadi saat ini berakibat pada meningkatnya jumlah titik panas,” ujar Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Ansori, Rabu (23/10/2019).

Ia mengatakan peningkatan titik panas itu terjadi setiap bulannya di tahun 2019. Ia menyebut, dari data Lembaga Antariksa dan Penerbangan (Lapan) pada Januari hanya 12 titik. Februari meningkat menjadi 16 titik, kemudian pada Maret titik panas menjadi 15 titik.

Selanjutnya, pada April titik panas kembali meningkat menjadi 138 titik. Lalu, pada Mei titik panas sempat menurun menjadi 95 titik, dan pada Juni titik panas meningkat kembali menjadi 256 titik. Sementara di Juli, titik panas meningkat kembali menjadi 1.308 titik.

“Di Agustus, titik panas meningkat drastis menjadi 6.829 titik. Kemudian, Oktober hingga saat ini mencapai 5.242 titik. Sedangkan pada Juli hingga Oktober memang merupakan puncak panas tahun ini,” katanya

Menurutnya, daerah yang paling banyak titik panas adalah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 6.043 titik. Kemudian, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) ada 2.839 titik, Kabupayen Banyuasin sebanyak 1.367 titik, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) 778 titik, Kabupaten Ogan Ilir (OI) ada 601 titik, serta Kabupaten Musi Rawas tercatat 552 titik.

Ia menambahkan, di Kabupaten Muara Enim tercatat 401 titik, Kabupaten PALI sebanyak 357 titik, Kabupaten OKU Timur sebanyak 317 titik, Kabupaten Empat Lawang sebanyak 196 titik, Kabupaten OKU sebanyak 160 titik, Kabupaten Lahat 150 titik, dan Kabupaten OKU Selatan ada 130 titik.

“Kota Palembang tercatat 25 titik, Kota Pagar Alam ada 12 titik, Kota Prabumulih ada 10 titik, dan terakhir Kota Lubuk Linggau hanya 8 titik. Sementara untuk lahan paling banyak terbakar ini kebanyakan lahan gambut,” ungkapnya.

Hingga saat ini pihaknya masih berupaya untuk melakukan pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan dengan melakukan waterbombinghingga Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk membujuk hujan.

“Ada sembilan helikopter yang diterjunkan untuk melakukan water bombing di Sumatera Selatan, serta satu pesawat dan satu helikopter untuk patroli,” tutupnya.

Advertisement
Bagikan Ini Di :