Home / NEWS / POLITIK / GSI Gelar Kursus Jurus Jitu Jadi Legislator

GSI Gelar Kursus Jurus Jitu Jadi Legislator

Reporter: Y Wan

Palembang, Pelita Sumsel-Puluhan Calon Legislatif (Caleg) dari berbagai latar belakang partai Politik mengikuti Kursus Singkat sesi I yang digelar oleh
Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) dengan tema jurus Jitu Jadi Legislator Rabu (15/8) di Best Skip Hotel Palembang.

Kegiatan yang diinisiatori Presidium GSI Charma Aprianto mengatakan kursus ini bertujuan untuk memberikan pengetahunan kepada caleg-caleg muda dan baru pertama kali mengikuti konstalasi pemilihan legistatif.

“Sengaja kita undang para caleg baru, agar bisa merencanakan dan memenangkan pileg yang diikuti,” ucapnya.

Pengamat Politik, Bagindo Togar saat memberikan motivasi kepada caleg baru mengatakan bahwa untuk menjadi seorang caleg harus kenali pesaingan, mengenal kekuatan lawan, mengenal strategi, mengenal tujuan lawan politik yang nyaris sama bertujuan kemenangan.

“Jadi gimana stategi bersaing untuk kemenangan yang paling stategis, yang paling terukur, jangan muluk-muluk apalagi para peserta belum pernah bersaing menjadi legislator,” Ungkapnya.

Dijelaskan Bagindo Togar, Caleg harus mengetahui apa itu PKT (Potensi, Kendala dan Tantangan) harus digali tiga unsur yang harus dilakukan para legislator baru ini. “Sebenarnya sama dengan bisnis, kalau bisnis membeli kalau ini memilih, dalam bisnis membeli, apapun yang diinginkan konsumen bagaimana membeli barang, begini juga untuk massa, bagaimana massa memilih kita paling tidak tiga hal tadi,” tuturnya.

Bagindo menegaskan kepada para caleg baru yang paling utama itu adalah popularitas yang akan diikuti Accebilitas dan pada akhinya mendapat elektabilas

“Apapun kuncinya!!, populeritas dulu kalau menurut saya, bohong cerita Elektabilitas, bohong Akseptabilitas, kedua Akseptabilitas ketiga baru elektabilitas, yang paling pertama kali adalah Popularitas, harus dilakukan adalah meningkatkan popularitas,” jelasnya

Upaya untuk menjadi popular adalah meningkatkan esensitas pertemuan dengan masyarakat atau kelompok-kelompok masyarakat, ditambah lagi sekarang zaman medsos, serta kegiatan-kegiatan tatap muka langsung.

“Jangan mendatangi masyarakat sekali dua kali sudah menyimpulkan orang akan memilih kita belum tentu, intensitas dan kualitas harus dilakukan dan apa yang telah diperbuat oleh kita,”

Segala upaya untuk mencapai popularitas itu boleh dilakukan karena akan memeperngaruhi sampai dimana dikenal dan orang akan mengikuti lalu muncul elektabilitas.

Editor: Wawan Hasbuan

Advertisement
Bagikan Ini Di :