Gambar_Langit Gambar_Langit

Sukses Memenangkan Pilkada Kabupaten PALI, Strategi Komunikasi Politik Heri Amalindo Menarik untuk Diteliti

waktu baca 2 menit
Kamis, 19 Jan 2017 03:29 0 130 Admin Pelita

Palembang, pelitasumsel.com – Suksesnya Heri Amalindo dalam memenangkan Pilkada Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mengilhami Septiandy seorang mahasiswa Pascasarjana Universitas Mercubuana Jakarta untuk melakukan penelitian tesisnya yang menitikberatkan pada strategi komunikasi politik dalam Pilkada.

Lebih lanjut Septiandy menjelaskan, ia menilih Heri Amalindo sebagai objek penelitian tesisnya karena keberhasilan Heri Amalindo yang sebelumnya adalah seorang birokrat, tetapi mampu membangun komunikasi politik yang baik dengan 10 partai politik hingga ia diusung dan sukses memenangkan Pilkada tahun 2015 lalu.

“Seorang birokrat yang tidak memiliki basic politik, tetapi mampu membangun komunikasi politik dengan 10 partai politik sehingga ia diusung dan sukses memenangkan Pilkada Kabupaten PALI, hal tersebut sangat luar biasa dan menarik untuk diteliti”. Ujar Septiandy menyampaikan kekagumannya.

Berkenaan dengan hal tersebut, dirinya berkesempatan langsung bertemu dan melakukan wawancara mendalam dengan Heri Amalindo di RM Sri Melayu Palembang, Rabu (18/01/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Septiandy mengatakan telah menyiapkan 62 pertanyaan untuk Heri Amalindo terkait strategi komunikasi politik dalam pemenangan Pilkada Kabupaten PALI.

“Ada 62 pertanyaan yang telah saya siapkan untuk wawancara mendalam dengan Pak Heri Amalindo terkait tesis saya dengan judul ‘Straregi Komunikator Politik dalam Pilkada’ yang tengah saya susun ini”. Katanya.

“Selain karena kesuksesan memenangkan Pilkada Kabupaten PALI, masih banyak hal yang perlu saya gali untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam guna melengkapi data yang dibutuhkan dalam tesis ini, terutama terkait strategi komunikasi politik”. Tambahnya.

Selesai wawancara, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Heri Amalindo yang telah mendukung dalam penyusunan tesisnya. Harapannya, hasil penelitian ini bisa menjadi role model komunikasi politik yang bermanfaat bagi para politisi se-Indonesia guna mewujudkan demokrasi yang bermartabat. (Djiebond)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA