Gambar_Langit Gambar_Langit

Bergaya Eropa Modern, Eat Street Manjakan Pengunjung

waktu baca 2 menit
Minggu, 30 Okt 2016 18:58 0 171 Admin Pelita

PALEMBANG, PelitaSumsel.com – Bosen dengan menu itu-itu saja atau ingin cari suasana baru berwisata kuliner di Palembang? Atau sekedar cari makan di sela-sela kesibukan kantor? Datang saja ke Eat Street di Palembang Icon.

Berdiri sejak 9 September 2015, Eat Street hadir mengusung konsep baru foodcourt yang baru perdana ada di Palembang. Menampilkan suasana dan atmosfer baru bergaya Eropa modern, kini telah menjadi pilihan warga Palembang dan sekitarnya sebagai tujuan wisata kuliner sekaligus tempat kongkow yang seru menghabiskan waktu santai bersama rekan, kolega bahkan keluarga.

Suasana Eat Street, Restoran Bergaya Cafe

Desain Interior Eat Street Bergaya Eropa Modern

Manajer Eat Street, Ellis Tanzil mengatakan, Eat Street menyajikan berbagai macam makanan dan minuman dengan cita rasa Indonesia, Korea, Jepang. Beragam snack maupun dessert juga tersedia.

“Ada 21 tenant yang ada di Eat Streetdi yaitu, Mie ayam Aloy, Shu ya, Insadong, Kuali khas nusantara, Nasi bakar &Yong Tou Fu, Es kacang Cinde, pempek saga, Baso swalayan, Martabak Har, Sri Melayu&kerang kiloan bule, Bucher, Saka Bento, Kampoeng Kayoe, Warung Suroboyo, Smokey Nitrogen es Cream, Puspa Sari, BB Corner Nabati, Bangpa, Warung Tekko, Beverage Corner, Drink Station” Kata Elis Tanzil.

Ada 21 pilihan tenant dan 8 booth

Ada 21 pilihan tenant dan 8 booth

Ditambahkan Elis, ada 8 booth atau anting-anting yaitu Es dawet Tribuana, Chugbog, Pancake Moi, Rujak Bonek/ Siomay, Munich, Poligon Taste (mie celor), Tokio street, Baim Kitchen.

Selain itu, yang membuat Eat Street berbeda dari tempat makan lainnya yaitu cara pembayarannya yang menawarkan konsep dengan menggunakan kartu member Eat Street.

Kartu member Eat Street

Kartu member Eat Street

“Ya melihat prospek di Palembang bagus dan belum ada sistem pembayaran pakai kartu sedangkan di kota lain udah ada, jadi kita kembangkan disini dan sistem ini merupakan yang pertama kali di Palembang.”  Tutup Ellis.

(Wwn)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA