Gambar_Langit Gambar_Langit

Warga Bahu Membahu Bersihkan Badan Jalan Perbatasan Muara Enim Lahat

waktu baca 2 menit
Rabu, 1 Jan 2020 15:03 0 124 Redaktur Pelita Sumsel

Lahat, Pelita Sumsel – Masyarakat gotong royong membersihkan badan jalan sebagai satu-satunya akses masyarakat untuk belanja memenuhi kebutuhan sehari-hari pasca ambruknya jembatan Ayik Mulak, Rabu (30/12)

Hal ini Dampak ambruknya jembatan Ayik Mulak yang menghubungkan Desa Pengentaan dengan Desa Lesung Batu Kecamatan Mulak Ulu kabupaten Lahat dengan Kabupaten Muaraenim menyebabkan 5 desa di Mulak Ulu terisolir.

Belum selesai perbaikan jembatan Ayik Mulak, musibah baru pun datang tepatnya 1 Januari 2020 yaitu longsornya badan jalan menutup badan jalan sepanjang 100 meter dari desa Lawang Agung Lahat ke Semendo Muaraenim.
.
“Kami sedang diuji Allah, musibah silih berganti, semoga kami semua dapat mengambil hikmahnya. Wargapun sangat mengharapkan perhatian pemerintah untuk memperbaiki jembatan Ayik Mulak dan badan jalan longsor perbatasan Kabupaten Lahat dan Muaraenim. Jika penanganannya lamban dikhawatirkan akan lebih banyak lagi dampak negatif lainnya yang dirasakan masyarakat. Saat ini saja sudah merasakan kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan, memenuhi kebutuhan pokok dan mencari nafkah,” ucap Pemuda asal Pajar Bulan, Haryono, di dampingi Marlius Anggota BPD Desa Lawang Agung kepada Pelita Sumsel

Sebelumnya diberitakan Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Pangdam II Sriwijaya, Kapolda Sumsel, Bupati Lahat Selasa, 31 Desember 2019 meninjau langsung lokasi desa Keban Agung Kecamatan Mulak Sebingkai yang terkena banjir bandang dilanjutkan dengan meninjau jembatan Ayik Mulak yang rusak diterjang banjir bandang. (Don)

Redaktur Pelita Sumsel

Media Informasi Terkini Sumatera Selatan

LAINNYA