Home / DAERAH / Miris, 1 Pelajar SMK Di OKU Timur Muntah Darah Akibat Korban Kekerasan Sesama Pelajar 
AI pelajar SMK di Martapura korban pengeroyokan tertunduk sedih melihat orangtuanya yang menangis akibat musibah yang menimpa dirinya

Miris, 1 Pelajar SMK Di OKU Timur Muntah Darah Akibat Korban Kekerasan Sesama Pelajar 

OKU Timur, Pelita Sumsel – Kabar sedih menyelimuti Dunia Pendidikan di Kabupaten OKU Timur, pasalnya salah satu Pelajar SMK Negeri I Martapura inisial AI menjadi korban pengeroyokan oleh rekan satu sekolahnya sendiri yakni IL, akibat ulah pengeroyokan IL dan rekan-rekannya, AI menderita fisik, hingga dikabarkan oleh pihak keluarganya AI muntah darah.

Informasi yang diceritakan oleh salah satu pelajar SMK Negeri I Martapura, keributan antara AI dan IL bermula saat mereka dihukum oleh guru dan diperintahkan mengecet batang pohon di sekolah, saat itulah mereka berdua terjadi cek cok mulut, namun rupanya kejadian ini tidak berhenti disitu saja, hingga ke esokan harinya IL mengajak teman-temannya yang menurut informasi IL mengajak pelajar dari SMP dengan jumlah 20 pelajar, untuk mengeroyok AI yang saat itu sedang mengikuti jalan sehat di Stadion Tebat Sari Martapura.

“Yang kita lihat itu, AI di keroyok oleh IL dan teman-teman sebanyak 20 orang dibelakang stadion Tebat Sari Martapura, kita takut untuk memisahkan, nanti jadi bulan-bulanan mereka juga,” ujar salah satu pelajar yang saat itu dilokasi kejadian.

Suasana Mediasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan OKU Timur terhadap wali murid korban dan wali murid pengeroyokan serta kepala sekolah terkait

Kejadian ini pun ditengahi oleh pihak Dinas Pendidikan OKU Timur, terlihat sejumlah wali murid dan Kepala sekolah SMP, sedangkan Kepsek SMKN I Martapura tidak hadir melainkan dihadiri oleh perwakilannya.

Dalam mediasi ini, Selasa (10/09) di Dinas Pendidikan OKU Timur, tampak keluarga AI merasa sangat terpukul dengan kejadian ini, pasalnya selain AI muntah darah dia juga masih mengalami trauma mendalam. Bahkan saat mediasi tersebut terlihat ibu korban sempat menangis dan hingga pingsan. “Kedatangan kita kesini untuk meminta pertanggungjawaban dan penyelesaian dari keluarga korban dan dari pihak sekolah, jangan sampai ini terkesan dibiarkan,” ucap salah satu keluarga korban dalam mediasi tersebut.

Kejadian ini tentu menjadi catatan serius bagi pihak sekolah, bagaimana perasaan seorang wali murid yang menitipkan anaknya di sekolah berharap anak mendapatkan bekal ilmu yang bermanfaat namun ternyata mendapat kabar anaknya menjadi korban kekerasan, kejadian ini tidak hanya terjadi di OKU Timur, baru-baru ini saja viral beredar video anak SD dipukuli oleh rekannya dan informasi terbaru sianak tersebut meninggal.

Rohim salah satu wali murid SMA mengaku khawatir mendengar kabar adanya kekerasan didunia pendidikan di OKU Timur, jika permasalahan ini tidak segera diselesaikan dikhawatirkan akan kembali terjadi pada pelajar-pelajar lainnya. Menurut rohim pihak sekolah harusnya peka terhadap konflik ditengah-tengah pelajar, jangan dianggap enteng jika melihat adanya permasalahan ditengah pelajar, sebab sudah banyak contoh diluar sana kekerasan pelajar menimbulkan korban jiwa. “Di sekolah anak-anak seharusnya mendapatkan bimbingan dan Pendidikan yang baik bagi guru, kita tahu anggaran untuk pendidikan cukup besar, jangan sampai permasalahan kecil dapat merusak citra pendidikan yang menimbulkan keresahan dikalangan wali murid,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SMK Negeri I Martapura Ribut Setiadi saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan resmi, hingga berita ini diturunkan pesan whatshap dari wartawan hanya dibaca dan belum memberikan respon. (fah)

Bagikan Ini Di :