Trend Hacker 2017, Dari Spionase Hingga Peretasan Pembayaran Via Handphone

waktu baca 2 menit
Rabu, 25 Jan 2017 04:43 0 72 Admin Pelita

Pelita Sumsel – Peretas (hacker) seolah tak pernah puas dengan serangannya. Setelah menyerang berbagai negara di 2016, beragam serangan juga diprediksi akan mewarnai tren kejahatan siber di 2017. Beberapa serangan bahkan bertambah dan serangan lainnya akan meningkat di tahun ini.

Data ini dilansir oleh Kaspersky Lab, berdasarkan Kaspersky Lab, berikut beberapa prediksi tren kejahatan siber di 2017:

Peningkatan Perang Informasi
Di 2016 yang lalu, penyebaran informasi hasil peretasan mulai dianggap sebagai hal yang serius. Serangan ini diprediksi akan meningkat di tahun ini. Penyerang juga berisiko untuk mencoba mengeksploitasi keterbukaan orang untuk menerima informasi tersebut sebagai fakta dengan memanipulasi informasi.

Peningkatan Kerentanan Menyebabkan Aksi Sabotase Siber
Sistem infrastruktur dan manufaktur yang penting, masih tetap terhubung ke Internet. Hal ini juga seringkali tak dilindungi atau hanya dilindungi dengan sedikit pengamanan. Kesempatan ini tentunya akan menarik minat peretas, khususnya bagi peretas dengan kemampuan tingkat tinggi.

Spionase Merambah ke Mobile
Aksi spionase atau mata-mata diprediksi akan lebih fokus pada perangkat ponsel. Kerentanan ini tentu saja mengharuskan industri keamanan untuk berjuang mendapatkan akses penuh ke sistem operasi dan perangkat mobile untuk melakukan analisis forensik.

Komodifikasi Serangan Terhadap Lembaga Keuangan
Kemunculan komodifikasi serangan yang memiliki kemiripan seperti aksi perampokan yang dialami oleh Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT) di 2016. Sumber daya khusus diperjualbelikan pada forum underground. Sektor keuangan memang selalu menjadi bidang yang membuat para peretas tertarik.

Peretasan Sistem Pembayaran
Uang digital dan sistem pembayaran tentu akan sangat memudahkan pengguna untuk melakukan pembayaran. Meskipun perusahaan penyedia layanan ini sudah memasang pengaman dengan teknologi yang canggih, tetap saja sektor keuangan akan menjadi bidikan peretas.

Oleh karenanya, sistem pembayaran diprediksi masih akan menjadi tren kejahatan siber di tahun ini. Kemungkinan bahkan peretasan ini jumlahnya akan meningkat dibanding tahun sebelumnya.
sumber : okezone.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA