Home / NEWS / EKONOMI / BPS Kabupaten OKU Timur Catat IPM OKU Timur Capai 70,23 Persen, Masuk Kategori Tinggi
Bupati OKU Timur berfoto bersama Petugas BPS Kabupaten OKU Timur

BPS Kabupaten OKU Timur Catat IPM OKU Timur Capai 70,23 Persen, Masuk Kategori Tinggi

OKU Timur, Pelita Sumsel – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OKU Timur mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten OKU Timur tahun 2022 mencapai 70,23 persen. IPM OKU Timur tumbuh meningkat 0,65 persen dibandingkan capaian tahun 2021 di angka 69,58 persen.

Dengan poin tersebut Kabupaten OKU Timur mendapat level IPM dengan status tinggi. Hal ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus tantangan dalam mempertahankannya ditengah ancaman resesi ekonomi global yang diprediksi akan melanda beberapa negara.

Kondisi OKU Timur dimasa pemulihan ekonomi pasca periode puncak pandemi Covid-19 cukup menggembirakan dengan ditandai kenaikan pertumbuhan ekonomi dari 0,37% pada tahun 2020 menjadi 4,66% pada tahun 2021. Hal ini menjadikan Kabupaten OKU Timur menjadi kabupaten dengan pertumbuhan tertinggi kedua di Sumatra Selatan pada tahun 2021.

Atas capaian ini, Bupati Enos menyampaikan bahwa dibutuhkannya sinergitas dan kolaborasi yang produktif dalam upaya mengawal IPM OKU Timur agar terus meningkat, “Angka 70,23 merupakan titik awal pemerintah dalam merumuskan perencanaan kebijakan yang akan datang” kata Bupati Enos saat menerima Audiensi pihak BPS OKU Timur di Puri Sebiduk Sehaluan. Kamis, (08/12).

Bupati Enos juga mengungkapkan rasa bangganya atas raihan ini, tak lupa Bupati Enos juga mengucapkan terimakasihnya kepada seluruh lapisan masyarakat atas kerjasamanya dalam mewujudkan OKU Timur yang Maju dan Lebih Mulia.

Sementara Kepala BPS OKU Timur Ir. Budiriyanto, M.A.P. kepada Bupati Enos memaparkan perihal angka kemiskinan yang ada di Bumi Sebiduk Sehaluan. Upaya Pemerintah Kabupaten OKU Timur dalam mengentaskan angka kemiskinan membuahkan hasil yang positif. BPS mencatat, pada tahun 2022 jumlah penduduk miskin di Kabupaten OKU Timur mencapai 69,69 ribu jiwa.

“Jika dilihat pada tahun sebelumnya, ini tentu mengalami tren yang positif, jika pada tahun sebelumnya angka kemiskinan 72,89 ribu jiwa (10,60%), maka tahun ini menjadi 69,69 ribu jiwa (10,05%), ini berkurang 3,2 ribu jiwa (0,55%)” jelas Budiriyanto. (ril/fah)

Bagikan Ini Di :