Home / DAERAH / OKU RAYA / OKU / Musnahkan Barang Bukti Dari 181 Perkara
PJ Bupati OKI H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd saat melakukan pemusnahan Barang Bukti Senpira.

Musnahkan Barang Bukti Dari 181 Perkara

OKU, Pelita Sumsel – Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (Kejari OKU) memusnahkan barang bukti pidana dari 181 perkara yang sudah berkekuatan hukum tetap (incracht), Selasa (19/7).

Pemusnahan yang digelar dihalaman kantor Kejari OKU ini dalam rangka rangkaian Hari Bkati Adhyaksa ke 62 tahun 2022, dihadiri oleh Pj Bupati OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd, Kapolres OKU AKBP Danu Agus Purnomo SIk, Dandim 0403 OKU Letkol Inf Ferizal R SIP, ketua PN Baturaja Hendri Agustian SH MH, Kasat Narkoba Polres OKU AKP Ujang Abdul Aziz, Kasat Reskrim Polres OKU AKP Hilal Adi Himawan SIK dan tamu undangan lainnya.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan yakni, Narkotika 98 perkara meliputi, Sabu sebanyak 184,0142 gram, Pil Ekstasi 45 butir dan ganja sebanyak 835,994 gram. Kemudian perkara keamanan san ketertiban sebanyak 28 perkara meliputi, Senjata Api sebanyak 5 pucuk, Amunisi aktif sebanyak 11 butir san Senjata Tajam sebanyak 21 bilah.

Serta perkara orang dan harta benda sebanyak 55 perkara meliputi pakaian yang tediri daei baju celana dan lain-lain. “Barang bukti yang dimusnahkan hari ini merupakan barang bukti yang telah diputus oleh pengadilan dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap,” kata Kepala Kejaksaan Negeri OKU Asnath Anytha Idutua Hutagalung SH MH saat menyampaikan sambutannya.

Dikatakan Kajari, Salah satu tugas dan wewenang Kejaksaan Sebagaimana telah diatur dalam undang-undang nomor 11 tahun 2021 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan adalah sebagai penyidik dan penuntut umum dalam pelaksanaan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dari Ketentuan tersebut dapat diketahui bahwa Kejaksaan dapat melakukan pemusnahan Barang bukti yang telah diputus oleh pengadilan dan mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Pemusnahan barang bukti ini sekaligus untuk mengantisipasi adanya penyimpangan serta penyalahgunaan barang bukti yang dilakukan oleh oknum aparat penegak hukum,” tandasnya.

Sementara itu Pj Bupati OKU H Teddy Meilwansyah mengatakan, pemusnahan barang bukti ini merupakan implementasi transparansi hukum. Kegiatan ini bertujuan untuk menghindari penyalahgunaan barang bukti oleh oknum yang tak bertanggubg jawab.

“Kami selaku pemerintah mengucapkan terimakasihbatas upaya dari kejaksaan negeri OKU dalam memberikan kepastian hukum di wikayah Kabupaten OKU dan ini membantu kami dalam menjalankam roda pemerintahan,” tandasnya. (And)

Bagikan Ini Di :