Home / DAERAH / PALEMBANG / Utamakan Kesehatan saat Pandemi Covid-19,  SMKN 2 Terapkan Belajar Daring
Kepala SMKN 2 Palembang, Rafli
Kepala SMKN 2 Palembang, Rafli

Utamakan Kesehatan saat Pandemi Covid-19,  SMKN 2 Terapkan Belajar Daring

Palembang, Pelita Sumsel – Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, sekolah mulai menerapkan pembelajaran daring, termasuk SMK Negeri 2 Palembang juga menerapkan pembelajaran daring. Agar tidak bosan, guru di SMK Negeri 2 memperbanyak diskusi dan tanya-jawab.

“Karena memang sekolah tidak punya pilihan, wajib daring dari pada siswa tidak belajar-belajar. Hanya memang sistem tatap muka lebih ampuh meningkatkan kompetensi siswa dibandingkan daring, ” kata Kepala SMKN 2 Palembang, Rafli Selasa (13/7).

Pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap pola sistem pembelajaran tersebut, yang memang terkesan menoton sehingga siswa banyak yang merasa bosan saat pembelajaran berlangsung. Makanya dia menginstruksikan agar para guru lebih banyak mengunggah peran aktif siswa saat proses belajar, dengan memperbanyak interaksi seperti tanya jawab dan diskusi sehingga memunculkan peran aktif siswa. Guru juga terkesan hanya menoton selalu bicara depan siswa.

“Guru saat daring jangan hanya monoton berbicara saja tapi kita perbanyak diskusi dan interaktif lainnya,” Katanya.

Pihaknya hingga kini terus melakukan evaluasi agar siswa tetap belajar maksimal karena pola daring ini mau tidak Mau wajib diterapkan. Dia berprinsip, lebih mengutamakan siswa itu sehat dulu dibandingkan mengejar kepintaran.

“Kami maunya siswa itu sehat dan pintar. Tapi karena pandemi kita tidak mungkin ambil keduanya. Yang terpenting siswa harus sehat dulu sekarang,” jelasnya.

Beliau menambahkn meski banyak kekurangan pada sistem daring justru saat ini, formulasi pembelajaran inilah yang paling ampuh.

“Pada saat tatap muka kita tinggal melakukan pembenahan pembelajaran. Mana yang perlu dikejar dan mana yang harus ditingkatkan, untuk membuat siswa kembali pintar dan berkualitas,”katanya

SMKN 2 untuk pembelajaran saat ini, 100 persen dilakukan melalui sistem daring, baik menyangkut teori maupun praktek.

Khusus sistem magang kerja hingga saat ini masih berjalan, tergantung perusahaan tempat magang. Sebagian memang ada yang mengembalikan siswa, ada juga perusahaan yang hingga kini masih beroperasi dan menerima kerja praktek para siswa.

Agar nembuat siswa memiliki kesehatan dan kepintaran secara sempurna memang tidak bisa dilakukan saat ini, namun memang harus dilakukan skala prioritas. Justru yang terpenting saat ini adalah siswa tetap belajar sambil menunggu situasi aman terlebih dahulu.

“Kita berharap situasi pandemi ini segera berlalu sehingga proses pembelajaran bisa dilakukan seperti keadaan normal kembali” pungkasnya. (RPS)

Bagikan Ini Di :