Home / DAERAH / Pembangunan Jalan Titian Dusun 3 Desa Talang Batu Tak Sesuai Volume

Pembangunan Jalan Titian Dusun 3 Desa Talang Batu Tak Sesuai Volume

Prabumulih, Pelita Sumsel – Proyek pembangunan jalan jembatan yang bersumber dari dana desa Talang Batu diduga tidak sesuai dengan plang proyek yang terpasang.

Tentunya hal ini menimbulkan perselisihan di masyarakat, khususnya masyarakat Desa Talang Batu, dikarenakan jalan tersebut merupakan akses warga sehari-hari menuju kebun karet mereka.

Salah satu warga yang sempat dibincangi mengaku berterima kasih atas pengecoran jalan sehingga memudahkan untuk beraktivitas.

“Sebenarnya kami berterimakasih karena jalan kami menuju kebun karet sudah dicor, tapi yang membuat kami resah karena ketebalan coran kami lihat di papan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang ada saat ini,” katanya.

Berdasarkan laporan dari pihak BPD Desa Talang Batu yang melakukan peninjauan dilapangan,memang pengerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan ukuran yang tertera di plang proyek.

Proyek yang menelan dana 2 Ratus juta lebih tepatnya Rp.298.462.495 tersebut diduga tidak memenuhi standar volume. Dari pantauan, volume pada papan proyek dengan ketebalan 0.12 M(12CM) sedangkan ketebalan coran yang dikerjakan hanyal 0.08 M (8 CM),hal tersebut dibuktikan dengan adanya foto pengukuran ketebalan dari coran yang telah dikerjakan,dan saat kami terjun ke lokasi,benar adanya hal tersebut.

Namun hal tersebut dibantah oleh Kepala Desa Talang Batu, Syahril Kanedi. Ia mengelak bahwa papan proyek tersebut salah cetak, ketebalan volume ciran tersebut hanyalah 10 CM.

“Kami sudah 6 kali melakukan perubahan APBDES,dan setelah perubahan APBDES, mungkin belum sempat merubah baliho tersebut,dan saya juga sudah melepas pekerjaan ini kepada TPK kami,” jelas Syahril Jumat (08/01/2020).

Namun berbeda halnya dengan penjelasan dari Kaur Pembangunan Desa Talang Batu, Endang Tabrani.

“Pekerjaan tersebut belum selesai,memang benar volume ketebalan jalan tersebut 12 CM,tapi pekerjaan tersebut belum selesai,baru sekitar 70% pekerjaan tersebut dilakukan,bisa jadi gejala alam,saat dikerjakan coran tersebut pas 12 cm, mungkin saat coran kering terjadi penyusutan disana,karena kami juga menggunakan Mal papan 15 CM,”  tuturnya.

Syahril menambahkan bahwa pihaknya akan meninjau pengerjaan pengecoran jalan tersebut.

“Esok kami akan meninjau lebih lanjut, jika memang ketebalan coran tersebut kurang, maka saya akan memerintahkan kaur pembangunan untuk memperbaiki hal tersebut, dan jika sampai pengerjaan selesai tidak diperbaiki, kami tidak akan membayar sisa upah mereka,” pungkasnya. (Feb)

Bagikan Ini Di :