Home / DAERAH / Genjot Produktivitas Padi, PSDA Rehabilitasi Enam Jaringan Irigasi
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris PSDA Sumsel, Yudi Saputra, (Foto Madon dok : Pelita Sumsel)

Genjot Produktivitas Padi, PSDA Rehabilitasi Enam Jaringan Irigasi

Palembang, Pelita Sumsel – Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumsel pada tahun 2020 akan melakukan rehabilitasi terhadap enam jaringan irigasi permukaan di Sumsel. Perbaikan tersebut dilakukan untuk menggenjot produktivitas padi di Bumi Sriwijaya.

Kepala Dinas PSDA Sumsel Dharma Budi, melalui Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris PSDA Sumsel, Yudi Saputra, mengatakan keenam paket rehabilitasi jaringan irigasi itu terdapat empat pekerjaan di Lahat dan dua di OKU Selatan. Rehabilitasi jaringan irigasi ini dilakukan PSDA Sumsel seiring akan mulai masuknya bulan kemarau.

“Tahun ini kita tidak membuat jaringan baru, tetapi rehabilitasi enam jaringan irigasi. Dimana dinding irigasi tersebut alami kerusakan,” katanya, Selasa (14/7/2020).

Diakuinya, perbaikan jaringan irigasi di dua daerah tersebut bersifat sangat mendesak. Mengingat, masa tanam kedua pada irigasi permukaan akan berlangsung pada bulan Agustus mendatang. Dengan dilakukannya rehabilitasi ini, Yudi berharap dapat meningkatkan produktivitas padi.

Peningkatan produktivitas ini menjadi kebutuhan tersendiri bagi Sumsel, mengingat Bumi Sriwijaya telah resmi ditunjuk sebagai provinsi pertama yang dibolehkan mengekspor hasil pertaniannya sendiri oleh pusat.

“Pengoptimalan sarana pendukung ini demi menggenjot hasil produksi padi di provinsi Sumsel,” harap Yudi.

Selain itu, rehabilitasi jaringan irigasi yang dilakukan oleh PSDA Sumsel menggunakan metode
padat karya ketimbang menggunakan mesin. Padat karya
sendiri merupakan kegiatan pembangunan yang lebih banyak menggunakan tenaga manusia jika dibandingkan dengan tenaga mesin.

Tujuan utama dari program padat karya adalah untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat, terutama yang mengalami kehilangan penghasilan atau pekerjaan tetap dampak covid-19.

“Dari 2018 kita sudah pakai sistem padat karya. Nah, untuk jaringan irigasi ini kita juga tetap gunakan tenaga masyarakat. Program ini membantu masyarakat sekitar yang kehilangan pekerjaan,” tutupnya (RN)

Bagikan Ini Di :
HUT OKU