Home / DAERAH / PALI / DPRD PALI Mediasi Penyerobotan Lahan Persawahan antara Sinar Meriu dan PT EFI
Mediasi antara Sinar Meriu dan PT EFI yang di fasilitasi DPRD PALI (Poto : Gustian/ Pelita Sumsel)

DPRD PALI Mediasi Penyerobotan Lahan Persawahan antara Sinar Meriu dan PT EFI

PALI, Pelita Sumsel – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten PALI gelar rapat dengar pendapat umum terhadap keluhan masyarakat menanggapi Adanya penyerobotan lahan persawahan masyarakat oleh pihak perusahaan di gedung DPRD PALI ,Senin (29/6/2020).

Diketahui Penyerobotan lahan tersebut dilakukan oleh PT GBS dan EFI terhadap lahan persawahan kelompok tani sinar meriu yang ada di kecamatan abab kabupaten PALI

Ketua DPRD PALI, Asri Ag membuka rapat dan sekaligus meminta uraian terkait kornologis permasalahan Berdasarkan laporan surat yang diterima oleh DPRD pada 5 juni 2020 yang Luas lahan 1360 heakter dikuasai PT Efi dan Gbs

Ketua Kelompok Tani Sinar Meriu, Hasan Basri meminta agar wakil rakyat dapat membantu menyelesaikan sengketa lahan yang dikuasi oleh perusahan

“Pak permasalahan lahan ini sudah terjadi puluhan tahun yang lalu namun sampai saat ini pihak perusahaan tidak mengubris keinginan kami pemilik lahan ,malah yang terjadi ketika kami menanyakan hak kami pihak perusahaan menggerakan preman ” ujar Jubir Sinar Meriu dihadapan pihak mediasi

Raubdin Manager Operasional Jalan PT EFI mengatakan bahwa memang kala itu ada terjadi tumbang tindi lahan masyarakat namun PT EFI menggeser lahan karena terjadi temuan lahan yang dimiliki lebih satu orang

“Sempat terjadi penghalangan pada titil Sta 5 – 9 dan terjadilah pembebasan lahan yang dijual oleh masyarakat yang memiliki SKT dan diketahui pihak kecamatan ” ujarnya

Menutup penyampaiannya Raubdin menjelaskan terjadilah pembelian lahan karena dasar SKT yang dimiliki masyarakat penjual lahan ke pada perusahaan

Setelah dengar pendapat berlangsung yang di sampaikan oleh kelompok tani sinar meriu dan dilanjukan pernyataan dasar kepemilikan lahan oleh PT EFI sehingga DPRD PALI Selaku mediasi meminta pertemuan dilanjukan beberapa hari kedepan dalam pembahasan pihak perusahaan untuk menunjukan data ke absahan dari penjual dan pembeli lahan (Gus)

Bagikan Ini Di :