Home / DAERAH / EMPAT LAWANG / Ditengah Pandemi Covid-19, Kabupaten Empat Lawang Hasilkan 10.711 Ton GKG

Ditengah Pandemi Covid-19, Kabupaten Empat Lawang Hasilkan 10.711 Ton GKG

Palembang, Pelita Sumsel – Seolah tidak ingin tertinggal dengan daerah lain di Sumatera Selatan, Kabupaten Empat Lawangpun juga melaksanakan panen. Misalnya pada hari ini, Rabu 15 April 2020 panen dilaksanakan di beberapa Kecamatan antara lain Pendopo, Muara Pinang, Tebing Tinggi, Talang Padang, Pasmah Air Keruh dan Kecamatan Lintang Kanan.

Menurut Ir. Ilfantria, MM Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan Diperkirakan luas panen Kabupaten Empat Lawang pada bulan April ini akan mencapai 2.790 hektar, bulan Mei 2.430 hektar, dan bulan Juni 2.866 hektar. Dan dari luas panen tersebut diperkirakan pada bulan April ini akan terdapat produksi gabah sebesar 10.711 ton Gabah Kering Giling (GKG), bulan Mei 9.598 ton GKG, dan bulan Juni 11.320 ton GKG.

“Meski tidak sebesar Kabupaten OKU Timur, Empat Lawang juga turut menyumbang produksi pangan untuk kebutuhan masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan terutama menjelang Bulan Ramadhan dan Idul Fitri,”jelasnya

Dikatakan Ilfantria, seluruh komponen yang terlibat dalam budidaya tanaman padi ini terutama petani dan petugas lapangan bertekat tetap melaksanakan aktivitas ditengah Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.

Sementara itu, Kepala UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan Tuti Murti, bahwa seluruh petugas POPT-PHP siap mengawal pertanaman dari serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) sehingga produksi akan dapat maksimal. Tentunya tetap menerapkan Social Distancing dan protokol Kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.

“Dalam masa panen raya seperti saat ini, agar harga komoditi pertanian tidak jatuh, Kementerian Pertanian melakukan terobosan sebagai solusi nyata yakni melalui Kostraling (Komando Strategi Penggilingan Padi) dengan menggandeng lembaga keuangan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Melalu Kostraling ini, diharapkan hasil dari petani tidak dimainkan oleh para tengkulak namun dibeli langsung oleh mitra atau tempat penggilingan sebagai penjamin petani,” pungkasnya (yfr)

Bagikan Ini Di :