Home / NEWS / HUKRIM / Sering Dihina Sebagai Perempuan Tidak Baik, Nyawa Pacar Berujung di Sepotong Besi

Sering Dihina Sebagai Perempuan Tidak Baik, Nyawa Pacar Berujung di Sepotong Besi

Palembang, Pelita Sumsel –

Berlatar sakit hati dan cemburu karena korban pernah membawa wanita lain, Satriana alias Yana (24) warga Jalan Pangeran Ayin RT 06 RW 02 Kelurahan Sukamaju Kecamatan Sako, tega menghabisi nyawa pacarnya, Darius alias Buyut alias Bonar (65) di rumahnya, Jalan Kemang Manis No 435 RT 07 RW 03 Kelurahan Kemang Manis Kecamatan Ilir Barat II pada Rabu (08/01/2020) pukul 20.00 WIB.

Peristiwa yang merenggut nyawa korban itu berawal saat pertengkaran antara korban dan tersangka. Caci maki yang dilontarkan korban membuat tersangka naik pitam dan memukulkan sepotong besi ke bagian wajah, leher, tengkuk dan ulu hati.

“Motifnya sakit hati dan cemburu, karena korban pernah membawa perempuan lain ke rumah itu. Kejadian itu sempat diungkit tersangka, namun korban marah dan mencaci maki tersangka. Karena kondisi korban sedang mabuk miras, sementara caci maki korban sudah menusuk dihati tersangka, membuat tersangka nekat mengambil besi di dalam kamar rumah korban. Pukulan sepotong besi itulah yang membuat korban meregang nyawa,” papar Kapolsek Ilir Barat II Palembang, Kompol Dudi Novery, didampingi Kanit Reskrim, Iptu Naibaho, kepada awak media.

Disinggung hubungan korban dan tersangka, ternyata hanya sebatas pacar.

“Dari pengakuan tersangka, korban adalah pacarnya, yang sudah menjalani hubungan asmara selama satu tahun. Walau hubungannya sempat tersendat, karena hadirnya wanita lain, tersangka mencoba bersabar. Namun, tetap saja amarah itu memuncak ketika hinaan sebagai ‘wanita nakal’ dan ‘wanita murahan’ di lontarkan dari bibir korban,” tandasnya.

Penangkapan tersangka dilakukan di rumah kost keluarga angkatnya di kawasan 7 Ulu.

“Penangkapan tersangka ini sengaja kita pancing dengan menghadirkan pacarnya, yang sesama jenis (Lesbi_red).

Dilanjutkan Dudy, anggotanya sempat terputus informasi tentang keberadaan tersangka.

“Berkat hasil penyelidikian anggota kita, tidak lebih dari 2 X 24 jam sudah berhasil kita tangkap. Untuk sementara, tersangka ini tunggal dan kini kita masih terus kembangkan berkasnya,” tambah Dudy.

Saat diwawancarai, tersangka mengaku kesal dan sakit hati dengan korban.

“Siapa yang tidak tersinggung kalau setiap bertemu selalu dicaci maki dengan sebutan ‘Lonte’, sementara saya ini pacarnya sendiri. Saya berhubungan dengan dia sudah terlampau jauh pak. Ketika saya pulang dari Lampung, saya langsung menemuinya. Lagi-lagi, dia membuat kesal dan akhirnya saya melakukan ini. Sebenarnya tidak ada niatan saya untuk menghabisinya, namun sudah terjadi seperti ini, ya bagaimana,” terang Ibu Single Parent beranak satu ini.(sel)

PelitaSumsel.com Media Terverifikasi Dewan Pers alterntif text PelitaSumsel.com Media Dermawan Versi ACT Sumsel alterntif text
Bagikan Ini Di :