Home / DAERAH / Polres OKUT Ringkus Pemilik Senpi Ilegal Jaringan Pulau Jawa
Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya saat membedakan senpi rakitan khas Sumatera dan dari jawa Barat pabrikan

Polres OKUT Ringkus Pemilik Senpi Ilegal Jaringan Pulau Jawa

OKU Timur, Pelita Sumsel – Peredaran Senjata Api (Senpi) ilegal jenis rakitan di OKU Timur terbilang cukup tinggi, mulai dari jenis locok, revolver bahkan jenis pabrikan FN. Hal ini terlihat saat Polres OKU Timur menggelar ekspos hasil ungkap kasus selama bulan November 2019 dan hasil penyerahan dari masyarakat.

Dalam ungkap kasus ini sebanyak 47 senpi rakitan di pamerkan, mulai dari jenis locok, revolver hingga FN.

Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya dalam press releasenya Senin (09/12/2019) di Mapolres mengatakan, senpi jenis FN peredaran masuk ke Sumatera Selatan khususnya OKU Timur dan OKI cukup tinggi. Salah satunya yang berhasil diamankan dua unit FN pabrikan hasil ungkap kasus 365.

“Pelaku 365 yang umumnya melakukan kejahatan baik itu di OKU Timur, OKI rata-rata menggunakan jenis FN, dan peredarannya masuk ke Sumsel khususnya di wilayah OKU Timur dan OKI cukup tinggi,” ucapnya.

Kapolres menuturkan, pihaknya sudah lama melakukan penyelidikan terhadap peredaran senpi di OKU Timur bahkan ada peredaran senpi yang berbeda dari biasanya. Menurut Kapolres jika senpi rakitan khas di Sumatera itu berjenis revolver jika berjenis FN itu merupakan hasil kiriman dari pulau jawa seperti Jawa Barat, senpi pabrikan di cipacing.

“Pelaku pemilik senpi FN ini sudah memiliki jaringan di Jawa yang bisa memasukkan senpi ke Sumatera dengan harga 8 hingga 12 juta per unit. Senpi tersebut di order untuk dimasukkan ke Sumatera dan ada pelaku-pelakunya,” ujarnya.

Dari rilis ungkap kasus Polres OKU Timur yang terlibat dalam kepemilikan ilegal senpi, diantaranya Tsk atas nama Jauhari karena kepemilikan senpi ilegal, Tsk Agus pembuat senpi untuk diperdagangkan yang dijual dengan harga kisaran mulai dari 1,5 sampai 2 juta. Dari keuntungan penjualan ini agus hanya mendapat keuntungan 300 ribu. Dan satu lagi ada satu tersangka Erwan yang meledak-ledakan senjata.

“Kemarin ada lolos sekitar 8 unit. Ini orderan dari luar ke Sumatera. Dan salah satunya ini berhasil kita tangkap 2 unit,” imbuhnya. (fah)

PelitaSumsel.com Media Terverifikasi Dewan Pers alterntif text PelitaSumsel.com Media Dermawan Versi ACT Sumsel alterntif text
Bagikan Ini Di :