Home / DAERAH / BANYUASIN / WCC Palembang awali Kampanye HAKTP 2019 di Banyuasin
WCC Palembang dan Para Pelatihan Paralegal berfoto bersama (25/11)

WCC Palembang awali Kampanye HAKTP 2019 di Banyuasin

Banyuasin, Pelita Sumsel – Women’s Crisis Centre (WCC) atau Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan Palembang bersama organisasi masyarakat sipil mengawali kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKtP) 2019 melalui kegiatan pelatihan paralegal dan penanganan kasus bagi kelompok perempuan, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Senin (25/11).

Menurut Direktur Yeni Roslaini Izi, rangkain kampanye ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai kekerasan terhadap perempuan serta meningkatkan partisipasi publik untuk menghapuskan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. 

“Kampanye 16 hari AKTP tahun 2019 ini mengusung Tema “Gerak Bersama Mengakhiri Segala Bentuk Kekerasan terhadap Perempuan dan Menggalang Dukungan Publik untuk Mendorong Pemerintah Memenuhi Hak-Hak Perempuan, khususnya Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) Perempuan”, ujar Yeni.

Yeni mengatakan selain pelatihan paralegal, akan ada juga diskusi kritis terkait upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan hak-hak perempuan di Kec. Kemuning Kota Palembang (26/11), Gelumbang, Kabupaten Muaraenim OKI) (28/11), dan Kec. Sirah Pulau Padang Kab. Ogan Komering Ilir (29/11), talkshow interaktif dengan tema ‘Fenomena Bucin (Budak Cinta), Cinta atau Kekerasan’ (30/11) di Grapari Telkomsel Palembang.

“Aksi simpatik juga akan dilakukan di seputaran Kambang Iwak Park pada 1 Desember nanti saat car free day, aksi ini dilakukan berupa penyebaran informasi terkait hak-hak perempuan termasuk hak kesehatan seksual dan reproduksi. Pada bulan Desember nanti juga ada Diskusi dengan perempuan muda dengan tema My Body My Revolution”, tambahnya. 

Puncak Peringatan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan berupa Seminar Publik terkait Gerak Bersama Penghapusan segala bentuk Kekerasan terhadap perempuan dan pemenuhan HKSR perempuan dan aksi kolektif melawan kekerasan terhadap perempuan dengan pendekatan kebudayaan bersama Forum Komunitas Perempuan Akar Rumput (FKPAR) Sumatera Selatan tanggal 10 Desember 2019.

Menurut Direktur Pusat Pembelaan Hak-Hak Perempuan (WCC) Palembang ini, dibutuhkan berbagai macam upaya dan kerja bersama berbagai pihak secara terus menerus untuk mewujudkannya. Salah satu upaya yang saat ini dilakukan adalah dengan menggelar kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Cita-cita kedepan, gerakan kampanye publik ini dapat menjadi sebuah gerakan sosial yang efektif untuk mendorong terciptanya masyarakat yang adil, demokratis dan menunjung nilai-nilai kemanusiaan,” paparnya.

“Pada Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan tahun 2019 ini, kami juga tetap mengajak publik untuk mendukung pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang hingga saat ini masih tertunda pembahasannya di DPR. Mari bergerak bersama untuk hentikan kekerasan terhadap perempuan,” kata ujar Yeni. (jea)

Bagikan Ini Di :
HUT OKU