Home / DAERAH / Muara Enim Kembali di Kepung Kabut Asap Kiriman OKI, Gubernur Sumsel Perpanjang Siaga Darurat Karhutlah

Muara Enim Kembali di Kepung Kabut Asap Kiriman OKI, Gubernur Sumsel Perpanjang Siaga Darurat Karhutlah

 

Muara Enim, Pelita Sumsel – Kembali kabut asap kembali menyelimuti kabupaten Muara Enim. Bahkan warga merasakan sesak nafas hingga mata perih akibat kabut asap tersebut.

Pantauan kabut asap pekat sudah menyelimuti Palembang pagi ini, kabut asap kian pekat dan jarak pandang tidak lebih dari 100 meter. Pekatnya kabut asap terlihat saat mata memandang dari jalan A Yani, hingga kantor Pemda Muara Enim, kini tidak lagi terlihat.

Siska (24), warga Muara Enim mengeluh adanya kabut asap yang sudah sejak dari kemarin belum hilang.

“Sakit mata pedih dan nafas terganggu adanya asap ini,” katanya

Sementara kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim Tasman, mengatakan, bahwa keberadaan asap dari kiriman daerah tetangga yang diduga dari OKI, OKU, bahkan dari Gelumbang yang sekarang petugas kami tengah menjinakkan api.

“Ya, kabut asap ini kiriman dari kabupaten tetangga,” ujarnya saat dikonfirmasi

Ia juga mengatakan, sejauh ini dari pantaun BPBD, belum ada terjadi kebakaran diwilayah Muara Enim, dan kita menghimbau agar warga waspada dan dapat pro aktif memberikan informasi jika adanya kebakaran lahan dan hutan.

“Personil kita sekarang diwilayah Gelumbang dan kita tetap stanby memantau situasi sekarang ini, serta berharap asap cepat menghilang,” tuturnya

Sebelumnya Gubernur Sumsel H Herman Deru, memperpanjang status tanggap siaga karhutla di provinsi Sumsel, selama 20 hari atau sampe 30 November nanti.

“Kami sudah sepakat akan perpanjang status tanggap darurat Karhutla 20 hari lagi dan akan berakhir pada 30 November dan pada 1 Desember status siaga darurat ini otomatis akan berakhir,” kata Gubernur Sumsel Herman Deru saat menghadiri Rapat Bersama FKPD Sumsel dan Satgas Karhutla terkait Penanganan Karhutla di Wilayah Sumsel, Jumat (8/11/2019).

Menurutnya, Diperpanjangnya status tanggap darurat Karhutla ini diakibatkan anomali cuaca yang di luar perkiraan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Setelah personel kita sudah ditarik tiba-tiba titik Hotspot itu muncul kembali. Ternyata di lahan gambut itu menyala lagi apinya meski sudah diguyur hujan,” ujarnya.

Lanjutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel juga telah menyiapkan anggaran dana untuk penambahan status tanggap darurat diperpanjang ini tiga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), PALI, dan Ogan Ilir.

“Kami tidak bisa mengandalkan dana dari pusat saja, yang pasti jumlah anggarannya itu yang dikuculkan nanti sama dengan standar BNPB. Kami mengimbau kepada personel satgas untuk tidak meninggalkan lokasi saat api belum padam,” tutupnya.

Advertisement
Bagikan Ini Di :