Home / DAERAH / Pengelolah Gedung UIN RF Jawab Soal Rocky Gerung Batal Beri Materi di Kegiatan Mahasiswa

Pengelolah Gedung UIN RF Jawab Soal Rocky Gerung Batal Beri Materi di Kegiatan Mahasiswa

 

Palembang, Pelita Sumsel -. Rocky Gerung urung memberikan kuliah umum kampus UIN Raden Fatah Palembang, pada Festival Milenial Limfisa 2019 yang diinisiasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (prodi) Aqidah Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang Kamis (24/10/2019)

Pasalnya tempat kegiatan Akademik Center UIN jelang kegiatan masih terkunci rapat mengakibatkan Rocky Gerung, peserta serta Panitia tidak bisa masuk kedalam, secars otomatis kegiatan tersebut tidak bisa dilaksanakan

Kepala PPBLU UIN Raden Fatah selaku pengelola Akademi Center, Nugroho mengatakan bahwa bukan pencekalan terhadap kegiatan tersebut, namun karena panitia tidak mengikut prosedur pengelola Akademik Center UIN Raden Fatah

“Kami selaku pengelola gedung akademik center UIN RF…mencoba membantu menginformasikan hal ini.sebenarnya bukan pencekalan …ini kegiatan yang tanpa mengikuti prosedur yg benar. Ini kegiatan HMPS akidah dan filsafat . Seharusnya setiap kegiatan prodi harus seizin dan sepengetahuan prodi. Namun dalam kegiatan ini tanpa seizin Kaprodi dan Dekan…oleh karena itu ya beginilah jadinya,” tulis Nugroho di Grup Whatshap pada Kamis (24/10)

” Klarifikasi saya selaku yg berwenang memfasilitasi gedung pertemuan…untuk kegiatan mahasiswa gratis jika itu kegiatan intern organisasi kampus dgn catatan surat ada tandatangan dan izin dari atasan ya…HMPS kaprodi, dekan ..dan seterusnya…hingga pagi tadi kami blm mendapatkan deposisi itu…kalau mau bayar sewa sesuai tarif kami persilahkan tapi juga tidak dibayar. Itu SOP yg ada.trimakasih,” sambungnya

Dikatakan Nugroho yang merupakan Dosen dI Fakultas Ushuluddin, kebetulan mahasiswa yang mau membuat mahasiswa se fakultas yang dirinya didik di fakultas Ushuluddin dan pemikiran Islam. “saya langsung konfirmasi juga dengan Kaprodi dan Dekan memang tidak di izin kan masalah apa penyebabnya wewenangnya di kaprodi karena begitu prosedurnya, Kegiatan oleh organisasi intern kampus gratis dengan catatan tidak dikomersilkan, pada kenyataannya kegiatan ini peserta dipungut biaya dan tidak ada restu dari atasannya.,” pungkasnya (don)

Advertisement
Bagikan Ini Di :