Home / DAERAH / IWO OKUT Sambangi Bayi Penderita Atresia Ani
IWO OKUT saat mengunjungi kediaman Hanna bayi yang mengalami Atresia Ani (Cacat anus)

IWO OKUT Sambangi Bayi Penderita Atresia Ani

OKU Timur, Pelita Sumsel – Hanna merupakan bayi yang baru lahir berusia lima hari asal Desa Kota Baru Selatan Martapura ini mengalami Atresia Ani (Cacat anus). Putri kelima dari pasangan Suryadi dan Lisnawati itu saat ini sedang dirawat di RSUD OKU Timur Belitang.

Ditemui di rumahnya, Lisnawati (38) ibu dari bayi Hanna mengatakan jika kondisi bayinya itu diketahui oleh bidan pada saat kelahirannya Minggu silam. “Enggak tahu apa namanya tapi bayi saya itu kata bidan tidak ada lubang duburnya. Tapi kondisinya normal, lahirnya seberat 2,1 kg.” Katanya saat ditemui rombongan Ikatan Wartawan Online (IWO) OKU Timur, Kamis siang 17 Oktober 2019.

Saat ini putri kelimanya itu lanjutnya, sudah dua hari dirawat di RSUD OKU Timur, Desa Tulus Ayu, Belitang Madang Raya. “Ini giliran sama adek-adek nungguinnya.” Kata dia.

Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) OKU Timur Triangga mengaku bersimpati atas kondisi bayi yang masih berusia lima hari dengan mengalami Atresia Ani (cacat anus) ini. Untuk itu IWO akan menggalang bantuan kepada bayi tersebut dengan mengunjungi keluarga bayi itu. “Kita wartawan merasa bersimpati atas kondisi yang dialami keluarga ini. Insya Allah kita akan mencoba untuk mengajak semua kalangan turun membantu keluarga adik Hanna. Saat ini sudah terkonfirmasi ada sejumlah dermawan yang bersedia memberi bantuan.” Katanya

Sementara itu Direktur RSUD OKU Timur dr. Sugihartono saat dikonfirmasi tentang kondisi bayi tersebut, dia membenarkan jika ada pasien bayi yang mengalami cacat anus. “Nama kondisinya itu adalah Atresia Ani atau cacat anus. Kondisinya bayi ini tidak memiliki lubang anus.” Kata dr. Sugi dihubungi via telepon.

Bayi itu sendiri sekarang mendapatkan perawatan konservatif. “Saat masuk, bayi mengalami muntah-muntah, mungkin karena sudah diberikan ASI sehingga perutnya kembung kepenuhan. Makanya sekarang tidak diberikan makanan padat, tapi diinfus cairan untuk menjaga kondisi tubuhnya. Untuk pengobatan, bayi itu akan dirujuk ke Palembang agar mendapatkan penanganan bedah di RSMH Palembang,” tambahnya. (ril)

Advertisement
Bagikan Ini Di :