Jangan Takuti Ulama Dengan Kriminalisasi Dan Intimidasi

waktu baca 2 menit
Jumat, 3 Feb 2017 07:19 0 46 Admin Pelita

Palembang, Pelita Sumsel – Hari ini Masyarakat Palembang Menggelar Aksi Damai Bela Ulama 302 Di Halaman Masjid Agung Palembang. “Sikap kami (FPI) jelas sama dengan ormas islam lainnya kami menyerahkan proses hukum kepada aparat berwenang dan apa pun yang dikatakan oleh Ahok harus diusut,”kata Sekjen Front Pembela Islam (FPI) Sumsel Habib Mahdi Muhammad Syahab
saat ditemui dihalaman masjid Agung Palembang Jumat (3/2) sebelum memulai aksi damai tersebut.

Bahkan dirinya menegaskan intinya jangan ada satu pun orang menghina islam dan ulama apalagi selevel K H Ma’ruf Amin merupakan ulama besar yang dihormati oleh seluruh umat islam di Indonesia dia adalah tokoh, seorang ulama yang menjadi panutan umat yang dipojokan oleh seorang Ahok.

“Secara pribadi terkait permintaan Ahok sudah dimaafkan, akan tetapi permintaan maafnya tersebut bukan mengakui sudah menghina ulama ataupun sudah menghina Alquran akan tetapi permintaan maaf nya tersebut karena sudah membuat kegaduhan dinegeri ini dan kelihatan Ahok tidak tulus memintak maaf nya bahkan Ahok tidak mengakui kesalahan nya yang telah menghina ulama dan menghina islam permintaan maafnya itu pun terkesan permintaan maaf yang berbau politik,”jelasnya.

Untuk itu, dirinya menghimbau semua pihak baik itu para ulama, habaib, kiyai dan pimpinan Ponpes untuk bersama merapatkan barisan untuk menjaga ukhuwah islam dan jangan ada lagi sekat antara umat islam.

“Kepada semua aparat dan pihak-pihak yang terkait serta berbagai elemen yang ingin bersama menjaga NKRI lakukanlah dengan cara yang elegan dan jangan kriminalisasi ulama dan intimidasi atau menakut-nakuti para ulama dan juga jangan mengadu domba agar NKRI kita tetap terjaga dan karena para ulama  adalah pejuang-pejuang  kemerdekaan NKRI,”himbaunya (yf)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

LAINNYA