Efek Berbohong Terhadap Otak

waktu baca 2 menit
Rabu, 9 Nov 2016 06:05 0 65 Redaktur Pelita Sumsel

JAKARTA, PelitaSumsel.com- Studi terbaru mengungkap apa yang terjadi dalam otak seseorang ketika berbohong. Mengatakan kebohongan kecil rupanya berkaitan dengan emosi negatif yang mendorong seseorang untuk berbohong lebih banyak di kemudian hari.

Studi oleh tim dari University College London (UCL) ini didanai oleh Wellcome and the Center for Advanced Hindsight dan telah diterbitkan di Nature Neuroscience. Penelitian tersebut diklaim menyajikan bukti empiris pertama mengenai bagaimana kebohongan bisa meningkat secara bertahap. “Ketika seseorang berbohong, amigdala menghasilkan perasaan negatif yang menetapkan batas sampai titik mana ia dapat mengatakan dusta,” kata Tali Sharot, dokter dan pakar dalam bidang Psikologi Eksperimental di UCL dilansir laman¬†Sciencedaily¬†belum lama ini.

Namun, lambat laun respon amigdala alias bagian otak yang berhubungan dengan emosi itu justru memudar dan aktivitasnya melemah. Itu justru membawa tindakan-tindakan kecil ketidakjujuran meningkat menjadi kebohongan yang jauh lebih signifikan.

Simpulan itu didapatkan tim peneliti setelah memindai otak 80 orang relawan saat tanpa sadar mengatakan kebohongan. Masing-masing diminta berpasangan dan mengestimasi jumlah uang dalam wadah dan menuliskan tebakannya menggunakan komputer.

Eksperimen ini diatur dalam beberapa skenario berbeda yang disebutkan bakal menguntungkan si peserta, kedua pihak dalam tim, atau hanya menguntungkan salah satu dari mereka tanpa berpengaruh pada yang lain. Hasil pindaian memperlihatkan bahwa tiap orang mulai melebih-lebihkan perkiraan nominal ketika tebakan bisa menguntungkan diri sendiri. “Kami hanya menguji ketidakjujuran dalam eksperimen ini, tetapi prinsip eskalasi yang sama agaknya juga berlaku untuk tindakan lain seperti pengambilan risiko atau perilaku kekerasan,” ungkap peneliti lain, Neil Garrett. (Sas)

Sumber : Republika.co.id

Redaktur Pelita Sumsel

Media Informasi Terkini Sumatera Selatan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

LAINNYA